Thursday, December 1, 2011

Masyarakat kota dan desa


Melihat dari berbagai aspek yang ada, baik kita lihat secara langsung ataupun melalui media informasi, baik cetak maupun media elektronik, bahwa betapa fenomena hidup yang ada dipedesaan mulai mengalami pergeseran nilai, norma serta adat istiadat yang tidak lagi dihiraukan oleh banyak penduduk desa yang ingin merasa kehidupannya berubah, baik ekonomi maupun status sosialnya.

Serta fenomena kehidupan perkotaan yang mempunyai motto hidup “Biar tekor asal Tersohor” menjadi sebuah gaya hidup serba boleh, walaupun itu melabrak norma-norma hukum lebih-lebih norma agama.

Masyarakat (sebagai terjemahan istilah society) adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Lebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar entitas-entitas. Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.

Masyarakat (society) merupakan istilah yang digunakan untuk menerangkan komuniti manusia yang tinggal bersama-sama. Boleh juga dikatakan masyarakat itu merupakan jaringan perhubungan antara pelbagai individu. Dari segi perlaksaan, ia bermaksud sesuatu yang dibuat - atau tidak dibuat - oleh kumpulan orang itu. Masyarakat merupakan subjek utama dalam pengkajian sains sosial.

Perkataan society datang daripada bahasa Latin societas, "perhubungan baik dengan orang lain". Perkataan societas diambil dari socius yang bererti "teman", maka makna masyarakat itu adalah berkait rapat dengan apa yang dikatakan sosial. Ini bermakna telah tersirat dalam kata masyarakat bahawa ahli-ahlinya mempunyai kepentingan dan matlamat yang sama. Maka, masyarakat selalu digunakan untuk menggambarkan rakyat sesebuah negara.

Walaupun setiap masyarakat itu berbeza, namun cara ia musnah adalah selalunya sama: penipuan, pencurian, keganasan, peperangan dan juga kadangkala penghapusan etnik jika perasaan perkauman itu timbul. Masyarakat yang baru akan muncul daripada sesiapa yang masih bersama, ataupun daripada sesiapa yang tinggal.

A. Definisi Masyarakat

Dalam Bahasa Inggris disebut Society, asal katanya Socius yang berarti “kawan”. Kata “Masyarakat” berasal dari bahasa Arab, yaitu Syiek, artinya “bergaul”. Adanya saling bergaul ini tentu karena ada bentuk – bentuk akhiran hidup, yang bukan disebabkan oleh manusia sebagai pribadi melainkan oleh unsur – unsur kekuatan lain dalam lingkungan sosial yang merupakan kesatuan

Ciri-ciri masyarakat Perkotaan
Ada beberapa ciri yang menonjol pada masyarakat perkotaan, yaitu :

  1. Kehidupan keagamaannya berkurang, kadangkala tidak terlalu dipikirkan karena memang kehidupan yang cenderung kearah keduniaan saja.
  2. Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus berdantung pada orang lain (Individualisme).
  3. Pembagian kerja diantara warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata.
  4. Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota.
  5. Jalan kehidupan yang cepat dikota-kota, mengakibatkan pentingnya faktor waktu bagi warga kota, sehingga pembagian waktu yang teliti sangat penting, intuk dapat mengejar kebutuhan-kebutuhan seorang individu.
  6. Perubahan-perubahan tampak nyata dikota-kota, sebab kota-kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh-pengaruh dari luar.
Ciri-ciri Masyarakat desa

  1. Afektifitas ada hubungannya dengan perasaan kasih sayang, cinta , kesetiaan dan kemesraan. Perwujudannya dalam sikap dan perbuatan tolong menolong, menyatakan simpati terhadap musibah yang diderita orang lain dan menolongnya tanpa pamrih.
  2. Orientasi kolektif sifat ini merupakan konsekuensi dari Afektifitas, yaitu mereka mementingkan kebersamaan , tidak suka menonjolkan diri, tidak suka akan orang yang berbeda pendapat, intinya semua harus memperlihatkan keseragaman persamaan.
  3. Partikularisme pada dasarnya adalah semua hal yang ada hubungannya dengan keberlakuan khusus untuk suatu tempat atau daerah tertentu. Perasaan subyektif, perasaan kebersamaan sesungguhnya yang hanya berlaku untuk kelompok tertentu saja.(lawannya Universalisme)
  4. Askripsi yaitu berhubungan dengan mutu atau sifat khusus yang tidak diperoleh berdasarkan suatu usaha yang tidak disengaja, tetapi merupakan suatu keadaan yang sudah merupakan kebiasaan atau keturunan.(lawanya prestasi).
  5. Kekabaran (diffuseness). Sesuatu yang tidak jelas terutama dalam hubungan antara pribadi tanpa ketegasan yang dinyatakan eksplisit. Masyarakat desa menggunakan bahasa tidak langsung, untuk menunjukkan sesuatu. Dari uraian tersebut (pendapat Talcott Parson) dapat terlihat pada desa-desa yang masih murni masyarakatnya tanpa pengaruh dari luar.
Hubungan Desa-kota, hubungan pedesaan-perkotaan.

Masyarakat pedesaan dan perkotaan bukanlah dua komonitas yang terpisah sama sekali satu sama lain. Bahkan dalam keadaan yang wajar diantara keduanya terdapat hubungan yang erat. Bersifat ketergantungan, karena diantara mereka saling membutuhkan. Kota tergantung pada dalam memenuhi kebutuhan warganya akan bahan bahan pangan seperti beras sayur mayur , daging dan ikan.

Desa juga merupakan sumber tenaga kasar bagi bagi jenis jenis pekerjaan tertentu dikota. Misalnya saja buruh bangunan dalam proyek proyek perumahan. Proyek pembangunan atau perbaikan jalan raya atau jembatan dan tukang becak. Mereka ini biasanya adalah pekerja pekerja musiman. Pada saat musim tanam mereka, sibuk bekerja di sawah. Bila pekerjaan dibidang pertanian mulai menyurut, sementara menunggu masa panen mereka merantau ke kota terdekat untuk melakukan pekerjaan apa saja yang tersedia.

“Interface”, dapat diartikan adanya kawasan perkotaan yang tumpang-tindih dengan kawasan perdesaan, nampaknya persoalan tersebut sederhana, bukankah telah ada alat transportasi, pelayanan kesehatan, fasilitas pendidikan, pasar, dan rumah makan dan lain sebagainya, yang mempertemukan kebutuhan serta sifat kedesaan dan kekotaan.

Hubungan kota-desa cenderung terjadi secara alami yaitu yang kuat akan menang, karena itu dalam hubungan desa-kota, makin besar suatu kota makin berpengaruh dan makin menentukan kehidupan perdesaan.

Secara teoristik, kota merubah atau paling mempengaruhi desa melalui beberapa caar, seperti:

  1. Ekspansi kota ke desa, atau boleh dibilang perluasan kawasan perkotaan dengan merubah atau mengambil kawasan perdesaan. Ini terjadi di semua kawasan perkotaan dengan besaran dan kecepatan yang beraneka ragam;
  2. Invasi kota , pembangunan kota baru seperti misalnya Batam dan banyak kota baru sekitar Jakarta merubah perdesaan menjadi perkotaan. Sifat kedesaan lenyap atau hilang dan sepenuhnya diganti dengan perkotaan;
  3. Penetrasi kota ke desa, masuknya produk, prilaku dan nilai kekotaan ke desa. Proses ini yang sesungguhnya banyak terjadi;
  4. ko-operasi kota-desa, pada umumnya berupa pengangkatan produk yang bersifat kedesaan ke kota. Dari keempat hubungan desa-kota tersebut kesemuanya diprakarsai pihak dan orang kota. Proses sebaliknya hampir tidak pernah terjadi, oleh karena itulah berbagai permasalahan dan gagasan yang dikembangkan pada umumnya dikaitkan dalam kehidupan dunia yang memang akan mengkota.

Wednesday, November 23, 2011

Pelapisan sosial dan kesamaan derajat




Pelapisan sosial atau di sebut juga Stratifikasi sosial adalah pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat atau hierarkis(Pitirim A. Sorokin). Pelapisan sosial kenyataanya dapat di ketahui dalam masyarakat yaitu dengan munculnya kelas-kelas tinggi dan kelas kelas yang lebih rendah.
Adapun pengertian pelapisan sosial menurut P.J. Bouman, pelapisan sosial adalah golongan manusia yang di tandai dengan suatu cara hidup dalam kesadaran akan beberapa hak istimewa tertentu. Didalam masyarakat pelapisan masyarakat ini muncul karena gengsi kemasyarakatan sehingga timbulah pembedaan kelas-kelas dalam masyarakat, ada kelas-kelas tinggi yatu mereka yang mempunyai kekuasaan lebih dan hak-hak istimewa di banding dengan kelas-kelas rendah.
Pelapisan sosial merupakan gejala yang umum dalam suatu masyarakat dimanapun dan kapanpun pasti selalu ada Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi menyebut bahwa selama dalam masyarakat ada sesuatu yang dihargai, maka dengan sendirinya pelapisan sosial terjadi. Sesuatu yang dihargai dalam masyarakat bisa berupa harta kekayaan, ilmu pengetahuan, atau kekuasaan.

Jadi dpat kita simpulkan bahwa Pelapisan sosial adalah perbedaan tinggi dan rendahnya suatu kedudukan seseorang dalam kelompoknya, bila dibandingkan dengan posisi seseorang maupun kelompok lainnya. Yang menentukan tinggi dan rendahnya lapisan sosial seseorang itu biasanya disebabkan oleh macam-macam perbedaan, sepertihalnya kekayaan di bidang ekonomi, nilai-nilai sosial, serta kekuasaan dan wewenang.

Mengenai pelapisan sosial saya akan membahas lebih dekat dengan contoh di negeri kita ini, di indonesia kita ini secara tidak langsung terjadi pelapisan sosial antara kalangan atas dan kalangan bawah, kalangan atasnya adalah mereka yang memiliki kekuasaan di pemerintah dan kalangan bawahnya adalah rakyat, kita dapat melihat bahwa pembedaan kelas ini begitu mencolok, contohnya saja dalam penegakan hukum, kesannya di negeri ini pemerintah lebih condong melindungi mereka yang duduk di kursi pemerintahan di banding melindungi keadilan rakyat. Menurut kenyataan yang terjadi para pejabat negera yang mencuri kesejahteraan rakyat dengan kata lain melakukan Korupsi sangat sulit ditangkap dan di jerat hukum ketimbang rakyat biasa yang melakukan kejahatan misalkan pencurian kecil-kecilan, sekalipun misalkan pejabat negara di tangkap maka yang mereka huni bukan penjara-penjara biasa, akan tetapi penjara bak hotel berbintang.

Dari kasus di atas terlihat sangat mencolok pelapisan sosial antara kelas-kelas atas dan kelas-kelas rendah, dapat terlihat kelas-kelas atas mempunyai wewenang lebih dan kekuasaan lebih ketimbang kelas rendah, dan kesanya semuanya bisa di beli dengan uang termasuk keadilan dapat di beli dengan uang.

Kesamaan derajat adalah suatu sifat yang menghubungankan antara manusia dengan lingkungan masyarakat umumnya timbal balik, maksudnya orang sebagai anggota masyarakat memiliki hak dan kewajiban, baik terhadap masyarakat maupun terhadap pemerintah dan Negara. Hak dan kewajiban sangat penting ditetapkan dalam perundang-undangan atau Konstitusi. Undang-undang itu berlaku bagi semua orang tanpa terkecuali dalam arti semua orang memiliki kesamaan derajat. Kesamaan derajat ini terwujud dalam jaminan hak yang diberikan dalam berbagai faktor kehidupan.
Pelapisan sosial dan kesamaan derajat mempunyai hubungan, kedua hal ini berkaitan satu sama lain. Pelapisan soasial berarti pembedaan antar kelas-kelas dalam masyarakat yaitu antara kelas tinggi dan kelas rendah, sedangkan Kesamaan derajat adalah suatu yang membuat bagaimana semua masyarakat ada dalam kelas yang sama tiada perbedaan kekuasaan dan memiliki hak yang sama sebagai warga negara, sehingga tidak ada dinding pembatas antara kalangan atas dan kalangan bawah.

Wednesday, November 16, 2011

Warga negara dan negara


Pada waktu sebelum terbentuknya Negara, setiap individu mempunyai kebebasan penuh utnuk melaksanakan keinginannya. Dalam keadaan dimana manusia di dunia masih sedikit hal ini isa berlangsung tetapi dengan makin banyaknya manusia berarti akan semakin sering terjadi persinggungan dan bentrokan antara individu satu dengan lainnya.. Akibatnya seperti kata Thomas Hobbes (1642) manusia seperti serigala terhadap manusia lainnya (homo hominilopus) berlaku hokum rimba yaitu adanya penindasan yang kuat terhadap yang lemah masing-masing merasa ketakutan dan merasa tidak aman di dalam kehidupannya. Pada saat itulah manusia merasakan perlunya ada suatu kekuasaan yang mengatur kehidupan individu-individu pada suatu Negara.

Masalah warganegara dan engara perlu dikaji lebih jauh, mengingat demokrasi yang ingin ditegakkan adalah demokrasi berdasarkan Pancasila. Aspek yang terkandugn dalam demokrasi Pancasila antara lain ialah adanya kaidah yang mengikat Negara dan warganegara dalam bertindak dan menyelenggarakan hak dan kewajiban serta wewenangnya. Secara material ialah mengakui harkat dan marabat manusia sebagai mahluk Tuhan, yang menghendaki pemerintahan untuk membahagiakannya, dan memanusiakan waganegara dalam masyarakat Negara dan masyarakat bangsa-bangsa.

Negara, Warga Negara, dan Hukum

Negara merupakan alat (agency) atau wewenang (authory) yagn mengatur atau mengendalikan persoalan-persoalan bersama atas nama masyarakat. Oleh karena itu Negara mempunyai dua tugas yaitu :

  1. mengatur dan mengendalikan gejala-gejala kekuasaan yang asosial, artinya yang bertentangan satu sama lain supaya tidak menjadi antagonisme yang membahayakan
  2. mengorganisasi dan mengintegrasikan kegiatan manusia dan golongan-golongan kearah tercapainya tujuan-tujuan dari masyarakat seluruhny atau tujuan sosial.

Pengendalian ini dilakukan berdasarkan hukum dan dengan peraturan pemerintah beserta lembaga-lembaganya. Hukum yang mengatur kehidupan masyarakat dan nyata berlaku dalam masyarakat disebut hukum positif. Istilah “hukum positif” dimaksudkan untuk menandai diferensiasi, dan hukum terhadap kaidah-kaidah lain dalam masyarakat tampil lebih jelas, tegas, dan didukung oleh perlengkapan yang cukup agar diikuti anggota masyarakat.

Hukum adalah himpunan peraturan-peraturan (perintah-perintah atau larangan-larangan) yang mengurus tata tertib alam hukum masyarakat dan karena itu harus ditaati oleh masyarakat. Simorangkir mendfinisikan hukum sebagai peraturan – peraturan yang memaksa, yang menentukan tingkah laku manusia dalam lingkungan masyarakat yang dibuat oleh badan-badan yang berwajib, pelanggaran mana terhadap peraturan tadi berakibat diambilnya tindakan, yaitu dengan hukuman tertentu.

Ciri-ciri dan sifat hukum

Ciri hukum adalah :

- adanya perintah atau larangan

- perintah atau larangan itu harus dipatuhi oleh setiap masyarakat

Sumber-sumber hukum

Sumber hukum ialah sesuatu yang menimbulkan aturan-aturan yang mempunyai kekuatan yang memaksa, yang kalau dilanggar dapat mengakibatkan sangsi yang tegas dan nyata. Sumber hokum material dapat ditinjau dari berbagai sudut, misalnya sudut politik, sejarah, ekonomi dan lain-lain. Sumber hokum formal antara lain :

  1. undang-undang (statue); ialah suatu peraturan Negara yang mempunyai kekuasaan hokum yang mengikat, diadakan dan dipelihara oleh penguasa Negara
  2. Kebiasaan (costun ); ialah perbuatan manusia yang tetap dilakukan berulang-ulang dalam hal yang sama dan diterima oleh masyarakat. Sehingga tindakan yang berlawanan dianggap sebagai pelanggaran perasaan hokum.
  3. keputusan hakim (Yurisprudensi); ialah keputusan terdahulu yang sering dijadikan dasar keputusan hakim kemudian mengenai masalah yang sama
  4. traktaat ( treaty); ialah perjanjian antara dua orang atau lebih mengenai sesuatu hal, sehingga masing-masing pihak yang bersangkutan terikat dengan isi perjanjian tersebut
  5. pendapat sarjan hukum; ialah pendapat para sarjana yang sering dikutip para hakim dalam menyelesaikan suatu masalah
Bentuk kenegaraan yang kita kenal :
  1. Negara dominion
  2. Negara uni
  3. Negara protectoral

Unsur-unusr Negara :

  1. harus ada wilayahnya
  2. harus ada rakyatnya
  3. harus ada pemerintahnya
  4. harus ada tujuannya
  5. harus ada kedaulatan

Tujuan Negara

  1. Perluasan kekuasaan semata
  2. Perluasan kekuasaan untuk mencapai tujuan lain
  3. Penyelenggaraan ketertiban umum
  4. Penyelenggaraan kesejahteraan Umum

Sifat-sifat kedaulatan :

  1. Permanen
  2. Absolut
  3. Tidak terbagi-bagi
  4. Tidak terbatas

Sumber kedaulatan :

  1. Teori kedaulatan Tuhan
  2. Teori kedaulatna Negara
  3. Teori kedaulatn Rakyat
  4. Teori kedaulatan hukum

Thursday, November 3, 2011

Tampilan pada CHROME OS


Inilah tampilan awal Chrome OS pada saat log in,terdapat kolom user name,password,dan versi Chrome OS yg sedang di pakai

Inilah tampilan awal dari Chrome OS,ini akan langsung otomatis masuk ke www.google.com . di tampilan ini ada banyak pilihan menu.

Dan inilah tampilan pada option menu pada Chrome OS,disini tempat mengatur home page,connection,bahasa dan lain-lain

Wednesday, November 2, 2011

Pemuda dan Sosialisasi


Pemuda jaman sekarang itu sangatlah berbeda beda,ada yang mudah bersosialisai,ada pula yang sulit untuk bersosialisasi. pemuda yang dianggap sukses lah jika ia mampu bersosialisasi dengan baik.
ada tujuam-tujuan pokok dari sosialisasi :
  1. pemuda harus di beri pengetahuan untuk kelak nanti di masyarakat
  2. pemuda harus bisa berkomunikasi dengan baik dengan masyarakat
  3. pengendalian fungsi-sungsi organik yang di dapat dari latihan-latihan
  4. berperilaku yang sopan menurut budaya masyarakat setempat
proses sosialisai seorang pemuda tidak hanya di keluarga tetapi di masyarakat tempat pemuda itu tinggal. pemuda yang dapat bersosialisai di masyarakatnya dengan baik akan terwarnai cara berpikir dan kebiasaan-kebiasaan hidupnya dengan proses sosialisasi, pemuda tersebut akan terbiasa bila berada di tngah masyarakat tersebut. setiap individu dalam masyarakat mengalami proses sosialisasi yang berbeda pula,karena proses sosialisasi banyak di tentukan oleh kebudayaan masing-masing daerah. oleh karena itu banyak macam raga manusia.

Potensi dan Masalah Generasi muda

Potensi-potensi generasi muda:
  1. Idealisme dan kaya kritis
  2. Dinamika dan kreatifitas
  3. Keberanian mengambil resiko
  4. Sikap kemandirian dan disiplin murni
  5. Terdidik
  6. Keanekaragaman dalam kesastuan dan kesatuan
  7. Patriotisme dan nasionalisme
  8. Sikap kesatria
  9. kemampuan penguasaan ilmu dan tekhnologi
  10. optimis dan kegairahan semangat
Permasalahan pada generasi muda:
  1. Menurunya rasa nasionalisme,patriotisme dan idealisme
  2. Ketidakpastian untuk masa depanya
  3. Belum seimbangnya antara generasi muda dengan fasilitas yang ada formal dan non-formal
  4. Kurangnya lapangan pekerjaan serta tingginya tingkat pengangguran
  5. Kurangnya gizi yang didapat
  6. Banyaknya perkawinan di bawah umur
  7. Banyaknya pergaulan bebas
  8. Meningkatnya kenakalan remaja,salah satunya penyalahgunaan narkotika
  9. Belum adanya peraturan perundangan untuk generasi muda

Wednesday, October 26, 2011

permasalahan pada individu,keluarga dan masyarakat


Kita di ciptakan oleh Allah swt sebagai makhluk individu,tetapi selain sebagai makhluk individu kita juga sebagai makhluk sosial,kita tidak bisa bertahan hidup tanpa ada bantuan orang lain. Lingkungan awal dari suatu individu ialah keluarga,jika suatu individu berada di keluarga yang baik baik saja,maka individu tersebut akan menjadi baik pula,sebaliknya jika berada pada keluarga yg tidak baik,maka individu tersebut akan menjadi tidak baik. Inilah satu masalah dari sekian banyak masalah yg di hadapi setiap keluarga.

Suatu keluarga pasti punya permasalahan sendiri-sendiri,mulai dari perekonomian,agama,kependidikan dan lain-lain.

Permasalahan yang sering timbul dalam suatu keluarga ialah perekonomian yang rendah,maka dari itu untuk mencukupi kebutuhannya jika sang bapak kurang adanya pendidikan agama,ia akan bertindak kriminal seperti mencuri dan lain-lain. Kurangnya bersosialisasi dengan masyarakat merupakan penyebab pencurian marak terjadi. Agar permasalahan ini terjadi pemerintah harusnya membuka banyak lapangan kerja,agar semua orang mendapatkan pekerjaan dan tidak melakukan tindakan tindakan kriminil.

Dan masalah selanjutnya masalah tentang agama. Banyak sekali masalah masalah yang timbul dari masalahagamaini,mulai dari perbedaan pendapat mengenai puasa,solat tarawih dan masih banyak lagi. Seharusnya hal ini tidak perlu di atasi terlalu serius,karena agama itu terutama islam bersujud kepada Allah swt,maka daripada itu sudah seharusnya kita tidak mempersalahkan itu,permasalahkan orang yang tidak mau beribadah.

Masalah selanjutnya ialah tentang kependidikan. Kurangnya kependidikan seseorang sangat mempengaruhi nasib suatu keluarga dan induvidu tersebut,ia akan susah ber sosialisasi dengan penduduk setempat,sudah seharusnya merekayang kurang berpendidikan harusnya mendapatkan pengarahan pengarahan dari pemerintah agar mendidik rakyat agar memiliki pendidikan yang seharusnya.

sudah seharusnya bangsa ini maju dalam segala bidang kita tidak boleh kalah dengan bangsa bangsa maju seperti Amerika,dan negara-negara di Eropa. Kita bangsa Indonesia banyak ragam budaya yang kita miliki,seharusnya kita maju. Merddekaa!!

Wednesday, October 19, 2011

Permasalahan yang timbul di masyarakat


Banyak sekali permasalahan yang timbul di suatu masyarakat,entah itu permasalahan tentang pencurian dan lain-lain. Saya akan menjelaskan permasalahan itu dan apa solusi-solusi-nya.

Saya akan membahas permasalahan – permasalahan yang terjadi di RW rumah saya. Saya tinggal di pondok pinang,RW 04/RT 008. Di kampung saya banyak terjadi permasalahan,salah satunya permasalahan tentang pencurian. Rumah saya hampir saja menjadi korban pencurian,dengan modus berpura-pura mengantarkan surat kepada ayah saya. Sang pencuri itu beraksi pada siang hari saat orang tidur siang. Tetangga saya pernah menjadi korban,ia kehilangan uang sekitar 3 juta rupiah,namun para warga setempat tidak hanya diam,mereka akan berjaga-jaga pada siang hari.

Permasalahan lain yang timbul adalah seorang anak yang memiloks tembok orang,sedang asik asik nya memiloks pada malam hari,tetapi aksi nya itu di lihat oleh warga setempat,akhirnya anak tersebut di tangkap oleh warga tersebut lalu di beri nasihat agar tidak melakukan hal tersebut lagi,akhirnya anak tersebut dikembalikan kepada orang tuanya.

Permasalahan yang sangat besar di kampung saya ialah banjir,kampung saya yang mengalami banjir hanya bagian bawah dekat kali pesanggrahan. Banjir ini biasa terjadi pada musim hujan,air nya itu dari bogor sehingga mencapai kali pesanggrahan. Sebelumnya sudah diusulkan untuk dibangun tanggul,tetapi banyak penduduk yang bermukim di pinggiran kali,jadi rencana pembuatan tanggul sempat tertunda. Penduduk tersebut menolak penggusuran rumah mereka,mereka tetep kokoh agar rumah mereka tidak di gusur. Tetapi setelah pemilihan ketua RW yang baru rencana tersebut akhirnya bisa berjalan dengan perlahan,dengan adanya bantuan dari wakil gubernur DKI Jakarta,Prijanto. Akhirnya Prijanto memiliki solusi agar rumah yang bermukim di pinggir kali tidak di gusur tetapi tetap dibangun tanggul. Solusinya yaitu membuat tanggul tidak terlalu besar,tetapi tetap kuat. Dan akhirnya tanggul tersebut selesai dibangun dengan waktu sekitar 6 bulan saja

Wednesday, October 12, 2011

Faktor atau penyebab pertumbuhan penduduk di Indonesia sangat pesat


Seiring waktu berjalan,di Indonesia pertumbuhan penduduk sangat pesat sekali akibatnya pemertintah kewalahan mengatasinya. Akibatnya Indonesia mengalami ledakan penduduk,tetapi yang hanya mengalami pertumbuhan penduduk sangat pesat berada di pulau Jawa,sedangkan di pulau Sumatera,Kalimantan,Sulawesi dan Papua pertumbuhan penduduk sangatlah rendah. Penyebab utama ledakan penduduk di pulau Jawa ialah transmigrasi dari luar daerah ke daerah Jawa,sehingga menurunya penduduk di pulau-pulau lain selain pulau Jawa. Apa itu pertumbuhan penduduk? Pertumbuhan penduduk adalah pertumbuhan penduduk yang dipengaruhi oleh kelahiran, kematian, imigrasi dan emigrasi.

Banyak faktor utama penyebab ledakan penduduk iyalah kelahiran (pronalitas).

Pandangan masyarakat yang tidak logis menyebabkan perutmbuhan penduduk semakin meningkat,penyebabnya:

1.Kawin usia muda

2. Pandangan “banyak anak banyak rezeki”

3. Anak menjadi harapan bagi orang tua sebagai pencari nafkah

4. Anak merupakan penentu status sosial

5. Anak merupakan penerus keturunan terutama anak laki-laki.

6. Program KB (Keluarga berencana) tidak berjalan sesuai rencana

selain dari faktor kelahiran,ada faktor lain yang menyebabkan pertumbuhan penduduk sangat cepat,yaitu sedikitnya jumlah kematian daripada jumlah kelahiran

Lebih banyak jumlah kelahiran dari pada jumlah kematian,akibat dari:

1. Meningkatnya kesadaran penduduk akan pentingnya kesehatan

2. Fasilitas kesehatan yang memadai

3. Meningkatnya keadaan gizi penduduk

4. banyaknya tenaga medis seperti dokter, dan bidan

Faktor faktor tersebut yang mengurangi jumlah kematian,akibatnya penduduk semakin banya. Jadi faktor kesehatan sangat berpengaruh dalam pertumbuhan penduduk

Berikut merupakan ciri-ciri kependudukan di Indonesia:

1. Jumlah penduduk yang besar

2. Pertumbuhan penduduk yang cepat

3. Penyebaran yang tidak merata

4. Struktur umur penduduk yang muda

5. Tingkat sosial ekonomi yang rendah.

Upaya pemerintah dalam menangani pertumbuhan penduduk di indonesia sudah cukup banyak yaitu program KB (Keluarga berencana)

Tujuan dari Program KB ini meningkatkan kesejahteraan ibu, anak dalam rangka mewujudkan keluarga kecil yang bahagia, sejahtera yang menjadi dasar terwujudnya masyarakat yang sejahtera dengan mengendalikan kelahiran, sekaligus dalam rangka menjamin terkendalinya pertambahan penduduk di Indonesia.

Pelaksanaan Program Keluarga Berencana di Indonesia berpijak pada dua landasan :

1. Prinsip kepentingan nasional

2. Prinsip sukarela, demokrasi dan menghormati hak azazi manusia.

Karena berpijak pada prinsip sukarela maka usaha yang dilakukan merangsang minat masyarakat terhadap pelaksana Keluarga Berencana. Adapun usaha-usaha yang dilakukan antara lain melalui pendidikan, penyuluhan dan pendekatan medis. Kegiatan penerangan dan penyuluhan ditujukan pada masyarakat umum agar setiap anggota masyarakat memiliki pengertian dan rasa tanggung jawab akan terciptanya keluarga sejahtera dengan menerima norma keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera.

Tujuan Khusus Dari KB :
· Penurunan fertilitas melalui pengaturan kelahiran dengan pemakaian alat kontrasespi
· Penurunan angka kematian ibu hamil dan melahirkan
· Penurunan angka kematian bayi
· Penanganan masalah kesehatan reproduksi
· Pemenuhan hak-hak reproduksi